kamus

Minggu, 29 Juni 2014

Aku Ingin Hidup, Seribu Tahun Lagi

Sinar surya merangkak naik, seolah bergegas menunjukan keindahan
Udara pagi berhembus, seraya menyapa tubuh ini
Kucium aroma wangi tetesan empun di pagi hari
Kubuka mata, dan kulihat indahnya dunia

Sungguh indah ciptaanMU, sungguh indah kuasaMU
Kuterhanyut dalam lamunan, memikirkan esok masihkah datang
Seraya ku sentuh tangan kecilku, dan kutengadah kedua tanganku

Berharap dan meminta berkah dariMU tuk lewati hari ini

Aku sadar, tubuh ini tak sekuat dulu
Aku sadar, otak ini tak secerdas dulu
Namun ku jarang tersadar sering melupakanmu
Karena nikmatmu yang ku rasa dapat ku ciptakan sendiri

Sungguh ku berdosa, sungguh ku murka
Sesungguhnya aku melupakan siapa penciptaku
Sesungguhnya aku melupakan siapa pemberi rizkiku
Dan sesungguhnya aku lupa bahwa hidup adalah sebuah titipan

Aku malu, aku rapuh
Aku takut, dan aku menyesal
Aku ingin segera memohon ampun kepadamu
dan tanpa tersadar, aku meneteskan air mata
Air mata kesedihan, air mata ketakutanan
Dan air mata penyesalan

Tuhan, Mohon Ampun Aku
Atas segala dosaku
Mohon ampun aku, atas segala lalaiku, atas segala khilafku
Atas segala nafsuku yang tak terbendung, menghadapi dunia

Kini kumulai sadar, dalam kekosongan hidupku
KAU selalu bersamaku
Dalam kemelut batinku, KAU selalu bersamaku

Tuhan, izinkan aku hidup lebih lama
Berilah kesempatan tuk bahagiakan orang tua
Membantu saudara dan menolong sesama
Tak lebih ku meminta, karna ku hanya manusia biasa
Ku berusaha, dan KAU yang mampu mengabulkannya

Tuhan, terimakasih atas kehidupan yang kau berikan kepadaku
Terimakasih atas rizki yang dapat kunikmati hingga detik ini
Walauku sering melupakanmu dalam gelimangan berkah yang kau beri
Namun ENGKAU tetap merengkuh tanganku saatku terjatuh
Saatku hampir melupakanmu karena kemurkaanku menikmati dunia
Terimakasih Tuhan, dan aku ingin hidup seribu tahun lagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar