kamus

Jumat, 27 Juni 2014

SISTEM KEBUDAYAAN DALAM KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA



                     Masyarakat, Komunikasi dan Kebudayaan

Kita telah membahasa arti sebuah kebudayaan dan unsur kebudayaan pada bagian sebelumnya. Menurut Dewey masyarakat tidak hanya berada (eksis) dan berkelanjutan oleh karena transmisis dan komunikasi diantara anggotanya tetapi lebih dari itu masyarakat menjadi ada karena masyarakat ada di dalam transmisis dan komunikasi itu. Dan itu terjadi lebih karena ada pertukaran tanda-tanda verbal dalam kata yang diberi makna oleh komuniatas komunikasi.

Robert E Park, 1938) komunikasi menciptakan atau membuat segala kebimbangan menjadi lebih pasti bahwa sebuah konsensus dan pengertian bersama di antara individu sebagai anggota keolompok sosaial akan mudah menghasilkan tidak saja unit sosial tetapi kultural dalam masyarakat. Dapat disimpulkan bahwa masyarakat tidak hanya eksis karena anggotanya telah belajar berkomunikasi dengan orang lain. Jelas bagi kita bahwa setiap individu ada di dalam masyarakat dan setiap masyarakat memiliki kebudayaan.

Hubungn antara sistem kebudayaan dengan situasi komunikasi antarbudaya meliputi:
a.   Sistem ekonomi
b.   Sistem keluarga
c.     Sistem politik
d.   Sistem kontrol sosial
e.   Sistem manajemen kesehatan
f.      Sistem pendidikan
g.   Sistem religi


IDENTITAS KEBUDAYAAN DALAM KOMUNIKASI ANTARBUDAYA

Sistem mako budaya
Kebudayaan kadang melingkupi sebuah area geografis maupun demografis tertentu tanpa memperhatikan batas-batas administrasi negara maupun pemerintahan. Dalam beberapa kasus kita mungkin akan mengatakan bahwa kebiasaana menyanyi dengan perasana gembira merupakan totalistas tampilan orang papua, Ambon, dan Batak yang secara geografis ada di pulau Papua, Maluku dan Sumatera Utara.

Bahkan lebih luas dari itu, para pejabat sering mengungkapkan tanpa dukungan riset ilmiah bahwa kebudayaan orang Indonesia antara lain ramah tamah dan murah senyum. Perbedaan global yang diamati secara geografis ditandai oleh faktor geopolitik sehingga memperkuat komunikasi antaregional bahkan internasional. Oleh karena itu dalam tradisi pembahasan komunikasi antara budaya kita selalu membicarakan kebudayaan yang ditampilkan rata-rata melalui perilaku yang dipraktekkan oleh kebanyakan penduduk dari suatu area geografis, benua maupun negara itu.

Sub kultur dan komunikasi antar budaya 
   Hampir semua orang digolongkan atau menjadi anggota dari sebuah kelompok dan sebagian orang lain mungkin tidak tergolong dalam kelompok tertentu. Kelompok itu kadang terstruktur dan sering dikenal sebagai sub kultur, mikro kultur, atau sebuah kelompok referense yang bermuara pada kelompok mikro budaya.

 
                                     Komunikasi sebagai identitas sosial

Bentuk komunikasi antara lain :
a.   Komunikasi antarbudaya
b.   Komunikasi Antarras
c.     Komunikasi  Intrakeluarga
d.   Komunikasi Kelas sosial
e.   Komunikasi Antaranggota geografis
f.      Komunikasi Antar desa dengan kota
g.   Komunikasi Regional
h.   Komunikasi Gender
i.      Komunikasi Budaya organisasi
j.      Komunikasi  keluarga


KOMUNIKASI ANTARBUDAYA dan PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA

Hakikat perubahan dalam masyarakat
Kemajuan dunia bagaikan kuda balap yang berderap kencang. Apa saja yang tidak dapat mengubah dirinya dengan cekatan dan apa saja yang tidak bisa maju bersama dunia akan disisihkan oleh seleksi alam. Ini adalah bagiaan kata-kata dari Chen Tsu Hsiu kepada para pemuda Cina tahun 1915.

Studi tentang perubahan sosial buaya umumnya merupakan salah satu dari bermacam-macam studi tentang masyarakat. Karena setiap pola kehidupan dapat didentifikasi dan diuji sepanjang waktu. Sementara itu cara individu berinteraksi dengan seseorang dalam kelompok kecil merupakan subjek teori atau studi pada aras mikro. Ada banyak sekali paradigma tentang masyarakat, yaitu : fungsional, konflik dan interaksionisme.
Beberapa sifat perubahan

Dengan memperhatikan model-model perspektif masyarakat yang menjelaskan sistem sosial dan ruang lingkup studi masyarakat tersebut diatas maka para sosiolog maupun antrpolog mulai memfokuskan analisisi studi mereka terhadap komunitas. Sementara itu para sosiolog environmental acap kali mulai memperhatikan kehidupan spesies lain dan sumber daya mineral dalam model mereka yang dikaitkan dengan sistem sosial. Proses internal dari pertumbuhan, evolusi, dan perubahan siklus merupakan sumber perubahan dari pandangan fungsional. Beberapa karakteristik perubahan itu antara lain :
a.   Perubahan struktural
b.   Perubahan dinamika
c.     Progress
d.   Perubahan Revolusioner


                                      Teori –teori perubahan sosial

Kita harus banyak beranjak dari model berpikir bahwa hanya perubahan cara berpikir yang dapat mengubah dan mempengaruhi masyarakat. Oleh karena itu kita membutuhkan seperangkat teori yang lebih fokus dan khusus untuk menggambarkan, meramalkan dan menjelaskan perubahan sosial.  Dalam beberapa teori, individu memainkan peranan penting sebagai sebab dari sebuah perubahan sosial. Di lain pihak, sumber alam atau lingkungan historis dipandang sebagai gagasan penting atau tindakan yang dimainkan oleh seorang individu. Beberapa pandangan klasik tentang perubahan sosial, yaitu :
a.   Pandangan klasik Smith, Mathius dan Darwin
b. Dinamika internal dari kapitalisme dari Marx, Durkheim dan Webber
c. Prespektif kontemporer : tradisi fungsionalist dan pendekatan konflik


                 Pembentukan Budaya dan cara berkomunikasi

Yang dimaksud dengan struktur budaya adalah pola-pola persepsi, berpikir dan perasaan, sedangkan struktur sosial adalah pola perilaku sosial. Yang terpenting bahwa identitas budaya ditentukan oleh struktur budaya sedangkan identitas siosial ditentukan oleh struktur sosial. Oleh karena itu, sangat beralasan bila perubahan struktur budaya dan sosial pada gilirannya akan mengubah identitas individu dan perubahan identitas budaya itu lebih dimaksudkan sebagai perubahan pola persepsi, berpikir, dan perasaan, bukan sekedar perubahan perilaku.

Jika terjadi perubahan cara berpikir, maka disana ada perubahan kebudayaan. Kita akan mempelajarinya dan memahami pelbagai faktor yang membentuk kebudayaan diantaranya :
a.   Faktor internal
b.   Faktor eksternal
c.     Faktor ekosistem
d.   Faktor biologis
e.   Faktor habitat alam
f.      Faktor demografis
g.   Faktor isolasi dan kontak antarbudaya
h.   Faktor historis


                                    Teori perubahan kebudayaan

Taylor seperti dikutip (Kottak, 1991) mengemukakan bahwa kebudayaan adalah seluruh komplek yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan semua daya dukung lain dan kebiasaan yang dilakukan oleh setiap manusia sebagai anggota masyarakat. Proses pergantian kebudayaan itu sendiri dimungkinkan oleh kebudayaan manusia itu meskipun telah memiliki pola tertentu namun akibat hubungan dan komunikasi antar manusia maka seluruh atau sebagian isi daru unsur kebudayaan itu dibagi atau dipertukarkan. Ada beberapa teori yang menggambarkan perubahan kebudayaan yaitu :
a.   Teori kebudayaan pinjaman
b.   Teori krisis kebudayaan
c.     Teori ekologi kebudayaan
d.   Pendekatan tema-tema dominan
e.   Teori fungsional


EFEK KOMUNIKASI ANTARBUDAYA

Efektifotas komunikasi antar budaya
Komunikasi antarmanusia, termasuk komunikasi antarbudaya, selau mempunyai tujuan tertentu yakni menciptakan komunikasi yang efektif melalui pemaknaan yang sama atas pesan yang dipertukarkan. Tujuan dari komunikasi antar pribadi telihat dari fungsi antar pribadi dan sosial dari komunikasi. Fungsi tersebut meliputi komunikasi untuk menyatakan identitas sosial, intergrasi sosial, mengubah kognitif, dan melepaskan diri dari jalan keluar, sedangkan fungsi sosial dari komunikasi antarpribadi yaitu untuk pengawasan, menjembatani, sosialisasi dan menghibur.

Menurut (William Howel, 1982) setiap individu mempunyai tingkat kesadaran dan kemampuan yang berbeda-beda dalam berkomunikasi antarbudaya.
Aksioma efektifitas komunikasi antarbudaya

Setiap orang yang berkomunikasi antarbudaya menginginkan hasil yang efektif. Harapan dan efektifitas itu tergantung atas sejauh mana orang yang nmemahami aksioma efektifitas komunikasi antarbudaya. Apabila konsep komunikasi antarbudaya digali lebih dalam maka akan menemukan beberapa bentuk atau modus perilaku komunikasi efektif yang relatif konstan, dimana:
a. Efektifitas komunikasi antarbudaya sangat dibutuhkan dalam hubungan antarbudaya
b. Efektifitas komunikasi antarbudaya sangat ditentukan oleh dukungan iklim komunikasi yang positif terkandung didalamnya faktor derajat kognitif, peranan positif serta tindakan yang menunjukkan kemampuan
c. Semua variabel penentu komunikasi antarbadaya harus dapat diidentifikasi
d.   Ketrampilan berkomunikasi dan manusia terisolasi


    Bagaimana budaya menerangkan efektifitas antarbudaya?
Hammer, 1989), (Ruben, 1977), (Olebe dan Koester, 1989), (Wiseman Hammer dan Nishida, 1989), (Dinges dan Lieberman, 1989), (Kealey, 1989) mengemukakan bahwa paling tidak ada dua faktor yang berpengaruh terhadap komuniaksi antar budaya, yakni:
a.   Variabel kognitif
b. Variabel gaya pribadi meliputi Etnosentrisme, Toleransi sikap mendua dan keluesan, Empati, keterbukaan, Kompleksitas kognitif, Kenyamanan antar pribadi, Kontrol pribadi, Kemmapuan innovasi, Harga diri, Keprihatinan dan kecemasan komunikasi
c. Variabel lain yang meliputi faktor keramah tamahan, faktor motivasi, faktor akulturasi, faktor umur, serta faktor pekerjaan


   Adaptasi perilaku komunikasi kedalam afektifitas antar budaya

Paling tidak ada tiga sasaran komunikasi antarbudaya yang selalu dikehendaki dalam proses komunikasi antarbudaya, yakni agar kita berhasil melaksanakan tugas yang berhubungan dengan orang-orang dari latar belakang kebudayaan yang berbeda, agar kita dapat meningkatkan hubungan antarpribadi dalam suasana antarbudaya, dan terakhir agar tercapai penyesuaian antarpribadi.

Salah satu tujuan dalam hidup bersama adalah  berkomunikasi sehingga diantara kita saling mendukung demi pencapaian tugas yang dikehendaki bersama. Keberhasilan dalam tugas dapat didukung oleh komunikasi anatarbudaya yang dilakukan secara terbuka, berpikir positif, saling mendukung, bersikap empati.

Manfaat pada aspek relasi adalah bagaimana orang berkomunikasi dengan anda, dapat mengatakan tentang apa yang anda pikirkan, apa yang anda rasakan dan apa yang anda lakukan. Dampaknya adalah, kita mencapai salah satu tujuan dari studi komunikasi antarbudaya yakni meningkatkan pengertian dan mengurangi ketegangan antra pribadi atau antarbudaya.

Sasaran ketiga yanag perlu dipahami dalam komunikasi antarbudaya adalah terciptanya penyesuaian antarpribadi. Perlu diketahui bahwa karena mereka yang terlibat dalam komunikasi antarbudaya sering bergaul dengan frekuensi yang tinggi maka prasangka budaya yang sebelumnya telah terbentuk perlahan-lahan berkurang. Jadi anda dengan komunikan memulai suatu proses hidup bersama misalnya menyesuaiakan diri antarbudaya, makin terbuka dengan sesama dan masih banyak lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar