Masyarakat, Komunikasi dan Kebudayaan
Kita telah membahasa arti sebuah
kebudayaan dan unsur kebudayaan pada bagian sebelumnya. Menurut Dewey
masyarakat tidak hanya berada (eksis) dan berkelanjutan oleh karena transmisis
dan komunikasi diantara anggotanya tetapi lebih dari itu masyarakat menjadi ada
karena masyarakat ada di dalam transmisis dan komunikasi itu. Dan itu terjadi
lebih karena ada pertukaran tanda-tanda verbal dalam kata yang diberi makna
oleh komuniatas komunikasi.
Robert E Park, 1938) komunikasi
menciptakan atau membuat segala kebimbangan menjadi lebih pasti bahwa sebuah
konsensus dan pengertian bersama di antara individu sebagai anggota keolompok
sosaial akan mudah menghasilkan tidak saja unit sosial tetapi kultural dalam
masyarakat. Dapat disimpulkan bahwa masyarakat tidak hanya eksis karena
anggotanya telah belajar berkomunikasi dengan orang lain. Jelas bagi kita bahwa
setiap individu ada di dalam masyarakat dan setiap masyarakat memiliki
kebudayaan.
Hubungn
antara sistem kebudayaan dengan situasi komunikasi antarbudaya meliputi:
a.
Sistem
ekonomi
b.
Sistem
keluarga
c.
Sistem
politik
d.
Sistem
kontrol sosial
e.
Sistem
manajemen kesehatan
f.
Sistem
pendidikan
g.
Sistem
religi
IDENTITAS
KEBUDAYAAN DALAM KOMUNIKASI ANTARBUDAYA
Sistem
mako budaya
Kebudayaan kadang melingkupi sebuah
area geografis maupun demografis tertentu tanpa memperhatikan batas-batas
administrasi negara maupun pemerintahan. Dalam beberapa kasus kita mungkin akan
mengatakan bahwa kebiasaana menyanyi dengan perasana gembira merupakan
totalistas tampilan orang papua, Ambon, dan Batak yang secara geografis ada di
pulau Papua, Maluku dan Sumatera Utara.
Bahkan lebih luas dari itu, para
pejabat sering mengungkapkan tanpa dukungan riset ilmiah bahwa kebudayaan orang
Indonesia antara lain ramah tamah dan murah senyum. Perbedaan global yang
diamati secara geografis ditandai oleh faktor geopolitik sehingga memperkuat
komunikasi antaregional bahkan internasional. Oleh karena itu dalam tradisi
pembahasan komunikasi antara budaya kita selalu membicarakan kebudayaan yang
ditampilkan rata-rata melalui perilaku yang dipraktekkan oleh kebanyakan
penduduk dari suatu area geografis, benua maupun negara itu.
Sub
kultur dan komunikasi antar budaya
Hampir semua orang digolongkan atau
menjadi anggota dari sebuah kelompok dan sebagian orang lain mungkin tidak
tergolong dalam kelompok tertentu. Kelompok itu kadang terstruktur dan sering
dikenal sebagai sub kultur, mikro kultur, atau sebuah kelompok referense yang
bermuara pada kelompok mikro budaya.
Komunikasi sebagai identitas sosial
Bentuk komunikasi antara lain :
a.
Komunikasi
antarbudaya
b.
Komunikasi
Antarras
c.
Komunikasi Intrakeluarga
d.
Komunikasi
Kelas sosial
e.
Komunikasi
Antaranggota geografis
f.
Komunikasi
Antar desa dengan kota
g.
Komunikasi
Regional
h.
Komunikasi
Gender
i.
Komunikasi
Budaya organisasi
j.
Komunikasi keluarga
KOMUNIKASI
ANTARBUDAYA dan PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA
Hakikat perubahan dalam masyarakat
Kemajuan dunia bagaikan kuda balap yang
berderap kencang. Apa saja yang tidak dapat mengubah dirinya dengan cekatan dan
apa saja yang tidak bisa maju bersama dunia akan disisihkan oleh seleksi alam.
Ini adalah bagiaan kata-kata dari Chen Tsu Hsiu kepada para pemuda Cina tahun
1915.
Studi tentang perubahan sosial buaya
umumnya merupakan salah satu dari bermacam-macam studi tentang masyarakat.
Karena setiap pola kehidupan dapat didentifikasi dan diuji sepanjang waktu.
Sementara itu cara individu berinteraksi dengan seseorang dalam kelompok kecil
merupakan subjek teori atau studi pada aras mikro. Ada banyak sekali paradigma
tentang masyarakat, yaitu : fungsional, konflik dan interaksionisme.
Beberapa
sifat perubahan
Dengan memperhatikan model-model
perspektif masyarakat yang menjelaskan sistem sosial dan ruang lingkup studi
masyarakat tersebut diatas maka para sosiolog maupun antrpolog mulai
memfokuskan analisisi studi mereka terhadap komunitas. Sementara itu para sosiolog
environmental acap kali mulai memperhatikan
kehidupan spesies lain dan sumber daya mineral dalam model mereka yang
dikaitkan dengan sistem sosial. Proses internal dari pertumbuhan, evolusi, dan perubahan
siklus merupakan sumber perubahan dari pandangan fungsional. Beberapa
karakteristik perubahan itu antara lain :
a.
Perubahan
struktural
b.
Perubahan
dinamika
c.
Progress
d.
Perubahan
Revolusioner
Teori
–teori perubahan sosial
Kita harus banyak beranjak dari model
berpikir bahwa hanya perubahan cara berpikir yang dapat mengubah dan
mempengaruhi masyarakat. Oleh karena itu kita membutuhkan seperangkat teori
yang lebih fokus dan khusus untuk menggambarkan, meramalkan dan menjelaskan
perubahan sosial. Dalam beberapa teori,
individu memainkan peranan penting sebagai sebab dari sebuah perubahan sosial.
Di lain pihak, sumber alam atau lingkungan historis dipandang sebagai gagasan
penting atau tindakan yang dimainkan oleh seorang individu. Beberapa pandangan
klasik tentang perubahan sosial, yaitu :
a.
Pandangan
klasik Smith, Mathius dan Darwin
b. Dinamika
internal dari kapitalisme dari Marx, Durkheim dan Webber
c. Prespektif
kontemporer : tradisi fungsionalist dan pendekatan konflik
Pembentukan
Budaya dan cara berkomunikasi
Yang dimaksud dengan struktur budaya
adalah pola-pola persepsi, berpikir dan perasaan, sedangkan struktur sosial
adalah pola perilaku sosial. Yang terpenting bahwa identitas budaya ditentukan oleh
struktur budaya sedangkan identitas siosial ditentukan oleh struktur sosial. Oleh
karena itu, sangat beralasan bila perubahan struktur budaya dan sosial pada
gilirannya akan mengubah identitas individu dan perubahan identitas budaya itu
lebih dimaksudkan sebagai perubahan pola persepsi, berpikir, dan perasaan,
bukan sekedar perubahan perilaku.
Jika terjadi perubahan cara berpikir,
maka disana ada perubahan kebudayaan. Kita akan mempelajarinya dan memahami
pelbagai faktor yang membentuk kebudayaan diantaranya :
a.
Faktor
internal
b.
Faktor
eksternal
c.
Faktor
ekosistem
d.
Faktor
biologis
e.
Faktor
habitat alam
f.
Faktor
demografis
g.
Faktor
isolasi dan kontak antarbudaya
h.
Faktor
historis
Teori perubahan kebudayaan
Taylor seperti dikutip (Kottak, 1991)
mengemukakan bahwa kebudayaan adalah seluruh komplek yang meliputi pengetahuan,
kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan semua daya dukung lain
dan kebiasaan yang dilakukan oleh setiap manusia sebagai anggota masyarakat.
Proses pergantian kebudayaan itu sendiri dimungkinkan oleh kebudayaan manusia
itu meskipun telah memiliki pola tertentu namun akibat hubungan dan komunikasi
antar manusia maka seluruh atau sebagian isi daru unsur kebudayaan itu dibagi
atau dipertukarkan. Ada beberapa teori yang menggambarkan perubahan kebudayaan
yaitu :
a.
Teori
kebudayaan pinjaman
b.
Teori
krisis kebudayaan
c.
Teori
ekologi kebudayaan
d.
Pendekatan
tema-tema dominan
e.
Teori
fungsional
EFEK
KOMUNIKASI ANTARBUDAYA
Efektifotas
komunikasi antar budaya
Komunikasi antarmanusia, termasuk
komunikasi antarbudaya, selau mempunyai tujuan tertentu yakni menciptakan
komunikasi yang efektif melalui pemaknaan yang sama atas pesan yang dipertukarkan.
Tujuan dari komunikasi antar pribadi telihat dari fungsi antar pribadi dan
sosial dari komunikasi. Fungsi tersebut meliputi komunikasi untuk menyatakan
identitas sosial, intergrasi sosial, mengubah kognitif, dan melepaskan diri
dari jalan keluar, sedangkan fungsi sosial dari komunikasi antarpribadi yaitu
untuk pengawasan, menjembatani, sosialisasi dan menghibur.
Menurut (William Howel, 1982) setiap
individu mempunyai tingkat kesadaran dan kemampuan yang berbeda-beda dalam berkomunikasi
antarbudaya.
Aksioma
efektifitas komunikasi antarbudaya
Setiap orang yang berkomunikasi
antarbudaya menginginkan hasil yang efektif. Harapan dan efektifitas itu
tergantung atas sejauh mana orang yang nmemahami aksioma efektifitas komunikasi
antarbudaya. Apabila konsep komunikasi antarbudaya digali lebih dalam maka akan
menemukan beberapa bentuk atau modus perilaku komunikasi efektif yang relatif
konstan, dimana:
a. Efektifitas
komunikasi antarbudaya sangat dibutuhkan dalam hubungan antarbudaya
b. Efektifitas
komunikasi antarbudaya sangat ditentukan oleh dukungan iklim komunikasi yang
positif terkandung didalamnya faktor derajat kognitif, peranan positif serta
tindakan yang menunjukkan kemampuan
c. Semua
variabel penentu komunikasi antarbadaya harus dapat diidentifikasi
d.
Ketrampilan
berkomunikasi dan manusia terisolasi
Bagaimana
budaya menerangkan efektifitas antarbudaya?
Hammer, 1989), (Ruben, 1977), (Olebe
dan Koester, 1989), (Wiseman Hammer dan Nishida, 1989), (Dinges dan Lieberman,
1989), (Kealey, 1989) mengemukakan bahwa paling tidak ada dua faktor yang
berpengaruh terhadap komuniaksi antar budaya, yakni:
a.
Variabel
kognitif
b. Variabel
gaya pribadi meliputi Etnosentrisme, Toleransi sikap mendua dan keluesan,
Empati, keterbukaan, Kompleksitas kognitif, Kenyamanan antar pribadi, Kontrol
pribadi, Kemmapuan innovasi, Harga diri, Keprihatinan dan kecemasan komunikasi
c. Variabel
lain yang meliputi faktor keramah tamahan, faktor motivasi, faktor akulturasi, faktor
umur, serta faktor pekerjaan
Adaptasi perilaku komunikasi kedalam
afektifitas antar budaya
Paling tidak ada tiga sasaran
komunikasi antarbudaya yang selalu dikehendaki dalam proses komunikasi
antarbudaya, yakni agar kita berhasil melaksanakan tugas yang berhubungan
dengan orang-orang dari latar belakang kebudayaan yang berbeda, agar kita dapat
meningkatkan hubungan antarpribadi dalam suasana antarbudaya, dan terakhir agar
tercapai penyesuaian antarpribadi.
Salah satu tujuan dalam hidup bersama
adalah berkomunikasi sehingga diantara
kita saling mendukung demi pencapaian tugas yang dikehendaki bersama.
Keberhasilan dalam tugas dapat didukung oleh komunikasi anatarbudaya yang
dilakukan secara terbuka, berpikir positif, saling mendukung, bersikap empati.
Manfaat pada aspek relasi adalah
bagaimana orang berkomunikasi dengan anda, dapat mengatakan tentang apa yang
anda pikirkan, apa yang anda rasakan dan apa yang anda lakukan. Dampaknya adalah,
kita mencapai salah satu tujuan dari studi komunikasi antarbudaya yakni
meningkatkan pengertian dan mengurangi ketegangan antra pribadi atau
antarbudaya.
Sasaran ketiga yanag perlu dipahami dalam
komunikasi antarbudaya adalah terciptanya penyesuaian antarpribadi. Perlu
diketahui bahwa karena mereka yang terlibat dalam komunikasi antarbudaya sering
bergaul dengan frekuensi yang tinggi maka prasangka budaya yang sebelumnya
telah terbentuk perlahan-lahan berkurang. Jadi anda dengan komunikan memulai
suatu proses hidup bersama misalnya menyesuaiakan diri antarbudaya, makin
terbuka dengan sesama dan masih banyak lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar