kamus

Senin, 28 April 2014

propaganda politik, apa itu propaganda, pengertian propaganda politik, bagaimana propaganda politik zaman soeharto, propaganda politik zaman soeharto



PROPAGANDA POLITIK ZAMAN SOEHARTO
https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR1nLWqM2MyP70WbAikgl_TYOItdKzpssL5o_2ly1wBU49ZA_n86g
doc : google
      Negara kita merupakan negara yang memiliki aneka ragam budaya, suku, ras, agama. Sehingga negara kita dikenal dengan negara kesatuan. Selain itu, negara kita dikenal sebagai negara yang demokratis. Namun jauh sebelum kita menjadi negara demokratis, negara kita merupakan contoh negara yang apatis dan komunis. Pemerintahan terkesan tertutup dan hanya dapat dimiliki oleh kalangan menengah keatas.
 
Suara rakyat seolah tak berguna dan tak bermanfaat untuk kemajuan negara. Hal itu karena propaganda politik yang dilakukan ketika pemerintahan Jendral soeharto di Indonesia. Sebelum kita membahas tentang propaganda politik era pemerintahan Jendral Soeharto di Indonesia, alangkah baiknya kita mengerti dan memahami tentang propaganda itu sendiri. 

Kata propaganda berasal dari  bahasa Latin,propagare yang berarti mengembangkan atau memekarkan. Propagare merupakan rangkaian pesan yang bertujuan untuk memengaruhi pendapat dan kelakuan masyarakat atau sekelompok orang, tidak menyampaikan informasi secara obyektif, tetapi memberikan informasi yang dirancang untuk memengaruhi pihak yang mendengar atau melihatnya. Biasanya propaganda dapat digunakan sebagai  menyampaikan pesan yang benar, namun seringkali menyesatkan dimana umumnya isi propaganda hanya menyampaikan fakta-fakta pilihan yang dapat menghasilkan pengaruh tertentu, atau lebih menghasilkan reaksi emosional daripada reaksi rasional. Tujuannya adalah untuk mengubah pikiran kognitif narasi subjek dalam kelompok sasaran untuk kepentingan tertentu (Wikipedia, 2013).

Propanda adalah suatu jenis komunikasi yang berusaha mempengaruhi pandangan dan reaksi, tanpa mengindahkan tentang nilai benar atau tidak benarnya pesan yang disampaikan.Arti dari propaganda dikemukan sebagai konsep popular yang cenderung menumbuhkam suatu kecurigaan dan rasa takut terhadap kekuatan dipropaganandis (Enclyclopedia International, 2013).

Dan dalam buku yang berjudul Propaganda and Persuasion menyatakan bahwa,Propaganda adalah usaha dengan sengaja dan sistematis, untuk membentuk persepsi, memanipulasi pikiran, dan mengarahkan kelakuan untuk mendapatkan reaksi yang diinginkan penyebar propaganda (G.S. Jowett and V.O'Donnell : 2006).

Dari ketiga pengertian diatas, kita dapat menarik kesimpulan tentang pengertian propaganda yaitu bentuk komunikasi massa yang merupakan usaha untuk merumuskan secara tegar azas-azas penyebaran informasi serta pembentukan opini dan sikap yang semata merujuk pada control opini dengan symbol-simbol penting, atau berbicara secara lebih konkret dan kurang akurat melalui cerita, rumor, berita, gambar, atau bentuk-bentuk komunikasi sosial lainnya dan dapat berubah menjadi gagasan politik yang ditujukan untuk menyesatkan.

Propaganda sebenarnya sering kita bicarakan, karena propaganda memang tumbuh di tengah-tengah masyarakat.Ia menjadi bagian dari alat atau teknik berkomunikasi dan dijadikan sebagai salah satu metode dalam komunikasi. Setelah kita mengerti dan memahami arti dari propaganda itu sendiri, maka kita akan membahas tentang propaganda yang pernah terjadi di Indonesia. Disini kita mengambilcontoh propaganda politik selama kepemimpinan Jendral Soeharto.

Kita sebagai bangsa Indonesia, tak mungkin jika tak mengenal Jendral Soeharto atau yang biasa kita sebut dengan Pak Harto.Seoharto adalah mantan Presiden Republik Indonesia yang kedua setelah Soekarno.Sepak terjang Soeharto ketika masa kepemimpinannya sangat tinggi demi memajukan bangsa Indonesia, baik di dalam maupun di luar negeri. Citra baik dan buruk juga menghiasi pada massa kepemimpinannya selama 32 tahun.

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSIi8XD_wJbrERRnX8EGcK8OyoEZ_C7xzSNSPj2WGiNB5fOYfc08w
Doc : Google

Namun Soeharto harus lengser karena propaganda politik yang ia jalankan sudah tidak sejalan dengan pemikiran masyarakat kita. Dan pada 21 Mei 1998, merupakan hari paling bersejarah karena dapat melengserkanya sebagai presiden karena terjadi krisis ekonomi yang berkepanjangan tanpa adanya penyelesaian.
https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTqcHTGBTmjgX4DSbxyvCz5Cn84HH6jvOPGLdL8uvDHhkwxP04WWA
Doc : Google
 
Seperti yang kita ketahui secara ringkas, pilar penopang kekuasaan Suharto selama beliau berkuasa dapat dibagi menjadi dua.Yang pertama pilar yang bersifat riil.Pilar ini berupa kekuatan nyata yang tidak sekedar melegitimasi kekuasaan tersebut tetapi membelanya jika ada ancaman.Pilar yang bersifat riil sebagai penopang kekuasaan Suharto yang paling utama adalah militer.Militer pendukung utama kekuasaan Suharto adalah Angkatan Darat. Angkatan di mana Suharto pernah berkiprah sebelum ia menjadi presiden. Naiknya Suharto menjadi presiden juga didukung oleh angkatan ini yang memanfaatkan kekisruhan politik tahun 1965 dan tahun-tahun sebelumnya.

Pasca meletusnya peristiwa yang dikenal dengan sebutan Gerakan 30 September 1965 posisi militer di Indonesia terpecah menjadi dua, yaitu mereka yang masih loyal kepada Presiden Sukarno dan mereka yang lebih loyal kepada Jenderal Suharto. Menurut Harold Crouch pembelahan di tubuh militer mulai terlihat jelas pada tahun 1967 di mana kelompok-kelompok yang setia kepada Sukarno yang masih tersisa enggan menerima pendongkelan terhadap presiden.Secara berlahan-lahan Suharto mulai mengkonsolidasikan Angkatan Darat menjadi kekuatan utama di tubuh militer yang loyal kepada dirinya.Ia mulai menempatkan Angkatan Darat sebagai kekuatan utama di tubuh militer melebihi angkatan-angkatan lain, yang dengan kata lain Angkatan Darat mendapat porsi yang lebih istimewa dibandingkan dengan lainnya.

 Dengan strategi ini, Suharto naik menjadi presiden dan ia mendapatkan loyalitas yang melebihi porsinya dari Angkatan Darat. Angkatan Darat menjadi pendukung utama saat Suharto menjadi presiden sampai jatuhnya pada tahun 1998.Para pengamat politik dan para aktifis sering menyebut Indonesia sebagai negara yang militeristik dan fasis.Bahkan menurut beberapa kalangan, jatuhnya Suharto juga tidak bisa dipisahkan dari faktor militer, yaitu terjadinya keretakan hubungan antara Suharto dengan militer atau yang disebutnya sebagai keretakan aliansi strategis Orde Baru.

Kedua adalah pilar yang bersifat simbolik.Pilar ini tidak terlihat atau kasat mata tetapi memiliki efek yang luar biasa untuk mengendalikan rakyat dan menjadi semacam tangan gaib (invisible hand) penguasa untuk menggiring rakyat menuju pada satu kesetiaan tunggal.Pilar riil kedua penopang kekuasaan Suharto adalah Golongan Karya (Golkar) dan partai politik.Dulu sebelum Negara kita menjadi Negara yang demokratis dan memiliki banyak partai politik seperti sekarang, kita hanya mengenal dua partai politik yang sah saat pemerintahan Soekarno. Namun ketika pemerintahan Soeharto, dengan sengaja ia membentuk sebuah partai politik yang anggotanya merupakan golongan menengah kebawah, seperti PNS, pegawai BUMN, Buruh. 

Dari situlah muncul golkar (Golongan Karya) yang seperti kita ketahui saat ini menjadi partai golkar. Golkar sebenarnya bukan suatu partai politik, melainkan sekumpulan golongan yang ia kumpulkan dan ia bentuk menjadi suatu kesatuan demi melakukan propaganda politik yang ia laksanakan. Agar Indonesia dicitrakan sebagai negara yang demokratis maka perlu ada lembaga-lembaga yang berfungsi mirip partai politik.Di Indonesia pada masa kekuasaan Suharto terdapat tiga lembaga yang memerankan diri dengan peran seperti itu yaitu Golongan Karya, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI).

Keberadaan lembaga ini nyaris hanya sebagai simbol dan sebagai stempel demokrasi karena dalam kacamata Barat, negara yang berdemokrasi adalah negara yang mengakomodir kekuatan partai politik. Bahkan keberadaan Golongan Karya pun sebenarnya tidak pernah berfungsi secara riil sebagai penopang kekuasaan Suharto.Tanpa Golongan Karya dan partai politik lainnya Suharto tetap bisa berkuasa sepanjang ia didukung oleh militer. Bahkan Golongan Karya dan partai-partai politik sangat tergantung pada Suharto, terutama dalam menentukan ketua-ketuanya.
https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTEIDkgdFFO5n_OM_KSwTjGx-_XuIAGHCUEx_MK8EcqNblKl84enA
Doc : Google

Ketika Suharto menghendaki agar semua partai politik dan semua organisasi di Indonesia menjadikan Pancasila sebagai asaznya, maka mereka tidak bisa menolaknya.Logika politik di Indonesia pada masa Suharto dibuat jungkir balik olehnya. Golongan Karya pada periode ini memang memiliki tempat yang lebih istimewa dibandingkan dua partai politik yang lain karena Golongan Karyalah yang digunakan oleh Suharto sebagai kendaraan politik, dan lembaga stempel paling loyal tempat ia mendaftarkan diri maju sebagai presiden setiap lima tahun sekali.

Dalam sistem pemerintahan yang militeristik dan terpusat pada satu individu posisi rakyat tidak terlalu penting karena dukungan politik riil bukan dari rakyat.Pada masa pemerintahan Suharto kedudukan politik rakyat amat merana.Bahkan istilah “rakyat” menjadi berkonotasi amat berbahaya dan dijadikan musuh imajiner oleh rezim Suharto. Rakyat, yang sebelumnya dipandang sebagai kekuatan politik terpentingdalam proses kemerdekaan Indonesia, diubah sosoknya menjadi kekuatan politik yang paling berbahaya dalam masyarakat secara imajiner.

Dikatakan secara imajiner karena secara riil dalam pemerintahan yang militeristik rakyat dikontrol amat ketat oleh rezim sehingga nyaris tidak bisa berbuat apa-apa.Bahkan oleh elit politik rakyat sering diidentikan sebagai orang-orang “bodoh” saat mereka berbicara mengenai rakyat.Mereka merasa lebih mengerti keinginan dan kebutuhan rakyat daripada rakyat itu sendiri.Hal ini adalah ciri negara yang merupakan perkawinan antara sistem paternalistik dengan sistem militeristik.

Di samping berdiri di atas penopang riil, kekuasaan Suharto juga ditopang oleh pilar yang bersifat simbolik, yang tidak terlihat oleh mata, namun bisa dirasakan bahwa penopang tersebut berfungsi sangat efektif.
https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTPuVrRbzbu0P9Nl036DD7Tg6qfHiNcYBP2NKrxILKbiJ3gAP-p
Doc : Google
Dari kajian kita diatas, dapat disimpulkan bahwa propaganda politik yang dilakukan Soeharto ketika massa kepemimpinannya sangat jelas dapat kita rasakan.  Bangsa kita terombang ambingkan oleh aturan yang dibuatnya, seolah kita seperti di adu domba oleh Soeharto namun kita tidak menyadarinya karena kepiawaian beliau dalam mempengaruhi masyarakat kita.Kita seakan tak beradaya dibuatnya.Dalam melaksanakan propaganda politiknya, media yang ia gunakan ada dua cara sebagai penopang kekuasaan Soeharto.

Yaitu dengan kekuatan yang bersifat riilatau kekuatan nyata yang tidak sekedar melegitimasi kekuasaan tersebut tetapi membelanya jika ada ancaman (militer) dan kekuatan yang bersifat simbolik tidak terlihat atau kasat mata tetapi memiliki efek yang luar biasa untuk mengendalikan rakyat (Golongan karya / Golkar).Tanpa adanya dua unsur diatas, mustahil jika Soeharto dapat memimpin Negara Indonesia selama 32 tahun.Waktu yang paling lama jika dibandingkan dengan pemimpin Negara Indonesia lainya. Propaganda yang ia lakukan amatlah rapi, sehingga kita tak menyadarinya. Membuat kita terhasut bahkan terpengaruh menguikuti apa yang ia inginkan, dan membuat kita seakan buta dengan politik serta kekuasaan militer di negara kita sendiri. Propaganda yang dilakukan Soeharto menjadikan pelajaran teramat  penting untuk kita agar kita sebagai generasi penerus bangsa tidak melakukan kesalahan yang dapat membuat masyarakat khususnya golongan  menengah kebawah menderita dan bangsa  ini menjadi terpecah belah.

Propaganda biasanya terjadi karna moralitas bangsa yang rendah dan kurangnya kesadaran akan bangsa itu sendiri. Banyak sebagian orang menganggap propaganda itu positif dan lebih banyak yang menganggap propaganda itu negatif karna kebenarannya tidak sesuai.Jika propaganda berdampak negatif dan kita tak ingin propaganda seperti itu berkembang di masyarakat, maka tentu saja harus dilawan.

Usaha melawan propaganda inilah yang dinamakan Counter propaganda.Counter propaganda ini harus dilakukan terus menerus agar tertanam kuat dalam benak orang lain. Atau kalau sudah tertanam kuat keburukan propaganda bisa sedikit banyak mempengaruhi pola pikirnya. Ketika orang tersebut dalam posisi bimbang dan mempertimbangkan setelah sebelumnya mempercayai dan berperilaku propagandis jelek, itu artinya Counter propaganda sudah bisa dikatakan berhasil, meskipun belum sepenuhnya.Counter propaganda harus dilakukan agar dampak negatif atau informasi yang sudah menyebar dan mempengaruhi perilaku masyarakat tidak diteruskan.



REFERENSI

Pradhanawati, Ari., dan Utomo, Tri C. 2008. Pemilu dan Demokrasi.Semarang : Jala Mata dan FISIP Universitas Diponegoro
Jowett, Garth S. dan O'Donnell, Victoria.2006. Propaganda and Persuasion edisi ke-4. London :Thousand Oaks C, Sag
Crouch, Harold. 1999. Militer dan Politik di Indonesia. Jakarta: Sinar Harapan
 Wikipedia

Rabu, 23 April 2014

media, konglomerasi media, konvergensi media, monopoli media, pengertian dan contoh konglomerasi konvergensi monopoli media

KONGLOMERASI, KONVERGENSI dan MONOPOLI PARA PEMILIK MEDIA

Description: https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSxcWBRkNS6fe6Y-7p_UptPiMcRfPVC9aofhNkco6Fv3eMYBgT4xw
doc : google
Dewasa ini, kebutuhan akan informasi serta perkembangan IPTEK dikalangan masyarakat menjadi sangat penting dan semakin cepat. Dengan perkembangan dan teknologi yang serba canggih, media massa memiliki peranan penting dalam penyediaan kebutuhan akan informasi yang cepat mengenai apa yang terjadi. Media sebagai bagian dari komunikasi massa, memegang posisi penting dalam masyarakat dimana menurut Lasswell dan Wright, komunikasi massa memiliki fungsi sosial sebagai surveillance, korelasi dan interpretasi, transmisi budaya dan sosialisasi serta sebagai media hiburan.

Description: https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR_wbAHGqsLygbGd5rYbBhIyAZTtEYfjYsUeoF9Mwh3bZNTmHvkDQ
doc : google
Peranannya yang penting inilah yang membuat industri media massa berkembang sangat pesat dan membuat media massa tidak hanya sebagai sebuah institusi yang idealis, seperti misalnya sebagai alat sosial, politik, dan budaya, tetapi juga telah berubah menjadi suatu institusi yang sangat mementingkan keuntungan ekonomi. Sebagai institusi ekonomi, media massa hadir menjadi suatu industri yang menjanjikan keuntungan yang besar bagi setiap pemiliknya.

            Seperti yang kita ketahui, banyak elit politik dan penguasa menggunakan kekuasaan media yang dimilikinya sebagai wadah untuk berkompetisi politik pada massa pemilu ini. Hal tersebut yang membuat masyarakat kita merasa jenuh dan bosan melihat janji-janji manis para penguasa yang sepertinya tak memiliki batas untuk bersosialisasi di media.

Ada 3 hal mendasar yang harus kita pahami bersama jika kita terjun di dunia media, dengan selalu memahami kode etik dan ketentuan yang berlaku. Tidak seenaknya saja memberikan suguhan yang tidak layak untuk pemirsa atau penikmat media. Sehingga jargon kebebasan pers yang selalu dikumandangkan oleh para penguasa media, tidak memiliki arti dan hanya dapat dipandang sebagai tulisan.
Description: https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS3-D_NMwAKa6qoyfmUCU5Q1_P7_OGmn34f6tui88rkrkxYcOOxGw
doc : google

  • .     KONGLOMERASI MEDIA

Konglomerasi Media merupakan penggabungan-penggabungan perusahaan media menjadi perusahaan yang lebih besar yang membawahi banyak media. Konglomerasi ini dilakukan dengan melakukan korporasi dengan perusahaan media lain yang dianggap mempunyai visi serta misi yang sama. Biasanya, pembentukan konglomerasi media memiliki cara tersendiri tergantung kepemilikan saham, joint venture / merger, atau pendirian kartel komunikasi dalam skala besar.

Akibatnya, kepemilikan media hanya berpusat pada segelintir penguasa.
Pada dasarnya, konglomerasi media merupakan usaha pemilik media untuk menerapkan sistem konvergensi media. Dimana sebuah perusahaan media tidak hanya mengandalkan satu channel, satu platform, ataupun satu jenis content saja. Karena bagaimanapun juga, untuk meraih audiens yang maksimum dibutuhkan kesadaran media untuk menyajikan konten-konten yang multi-channel, multi-platform, serta multi-media.

Sebuah perusahaan media tidak akan mampu bertahan selamanya dengan hanya mengandalkan penerbitan satu jenis media massa saja, baik itu koran, televisi, maupun media lainnya.

Sudah banyak  contoh di negeri ini yang menggunakan dan menganut sistem konglomerasi media dan hingga sampai saat ini masih tetap dipertahankan demi berbagai macam alasan dan keuntungan semata.

Seperti contoh, stasiun tv swasta ANTV dan TVONE. Karena kedua stasiun tv itu berada dibawah bendera Bakrie Group dengan bos utama Abu Rizal Bakrie atau pada saat musim kampanye pemilu sekarang disingkat ARB , bagaimana pun tidak akan pernah memunculkan serta mengulas berita dengan topik mengangkat lumpur lapindo dan penderitaan masyarakat yang ada di sana. Bahkan seperti yang kita ketahui sekarang, ARB mala mengajukan diri menjadi calon presiden RI mendatang.

Selain itu ada Metro TV yang sering kali menyiarkan pemberitaan tentang kampanye Partai Nasional Demokrat dengan pemimpinnya Surya Paloh yang menjadi terkenal karena sering muncul di stasiun televisinya sendiri. Jika perhatikan, nilai berita yang di tayangan tidak terlalu tinggi.  Tetapi karena kepentingan pemiliknya yang juga saat ini mencalonkan diri sebagai calon presiden RI mendatang, maka beritanya tersebut sering muncul.
Description: https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQJX8g-imqsm-Yx1xJJRBtA07WcLx3bVmux9jAGKo2_RRy_72qe
doc : google
Contoh yang ketiga adalah MNC Group yang memiliki berbagai media baik cetak maupun elektronik. Seperti RCTI, Global TV, MNC TV, Sindo News Paper, Sindo Trijaya FM, MNC Vision, Tabloid Genie,bahkan saat ini ada MNC Asuransi dan MNC Shop, yang hampir keseluruhannya dimanfaatkan oleh  sang empunya Hari Tanoesodibyo sebagai alat untuk berkampanye pada masa pemilu saat ini. Jika MNC Group tidak melambungkan dan melebarkan sayapnya di bidang lain, tidak heran jika jumlah khalayak penikmatnya menjadi turun atau berpindah ke media kompetitor.

  • .      KONVERGENSI MEDIA

Konvergensi berasal dari bahasa Inggris yang berarti convergence. Kata konvergensi merujuk pada dua hal/benda atau lebih, bertemu dan bersatu dalam suatu titik. Konvergensi media berarti penggabungan atau pengintegrasian media-media yang ada untuk digunakan dan diarahkan ke dalam satu titik tujuan. Istilah konvergensi media biasanya merujuk pada perkembangan teknologi komunikasi digital yang dimungkinkan dengan adanya konvergensi jaringan. Seperti menyatunya saluran-saluran keluar (outlet) komunikasi massa, misal : media cetak, radio, televisi, dan Internet, bersama dengan teknologi-teknologi portabel dan interaktifnya, melalui berbagai platform presentasi digital.  Konvergensi media ini menyatukan ”tiga-C” (computing, communication, dan content). 

Seperti contoh adanya konvergensi media saat ini yang mudah kita lihat, yaitu produk  dari hasil perkembangan terkini pada teknologi mobile, Handphone. Berbagai macam ponsel dengan berbagai kecanggihan yang ditawarkan kepada konsumen. Konvergensi terjadi antara ponsel dan televisi, dimana kita bisa menonton televisi melalui ponsel. Hal ini membuktikan konvergensi media membuat berbagai hal menjadi praktis dalam satu media, bayangkan jika  kita bisa menonton televisi kapan saja dan bisa dibawa kemanapun melalui ponsel tanpa harus duduk diam menonton televisi dirumah.
Description: https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR8iEfYqmGWiU71cnTJ69lDCvUFsklfHIiEZTfhJ3i0qFbugMXv
doc : google
Selain itu tidak hanya digunakan untuk akses informasi  dan mengolah data informasi saja, namun sudah bertumbuh dengan adanya akses internet dan siaran televisi. Konvergensi media mengubah paradigma orang tentang televisi yang dulu beranggapan bahwa televisi itu berbentuk besar, kotak, memiliki antenna dalam dan luar. Namun perkembangan yang terjadi membuat paradigma kita berubah bahwa televisi memiliki berbagai bentuk, mulai dari televisi di ponsel yang berukuran kecil, televisi di komputer sampai layar LCD televisi yang besar.

Contoh yang kedua ialah, ponsel saat ini tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi saja, tapi ada fungsi-fungsi lain sebagai layanan-layanan media didalam ponsel, dan tidak terbatas hanya untuk sms dan telepon. Kamera foto, video, musik atau mp3, televisi, radio, 3G, bahkan akses internet ada dalam satu media ponsel. Hal ini jelas memudahkan dan menguntungkan pengguna ponsel dalam melakukan berbagai aktifitas.

Contoh ketiga adalah Televisi online, dimana teknologi ini adalah penggabungan dari media televisi dan internet. Masyarakat sekarang bisa menonton televisi melalui internet.  Di Indonesia sendiri contoh-contoh televisi online adalah seperti yang dimiliki  TransCorp dengan menggunakan situs MyTrans.Com dan detik.com.

  • .      MONOPOLI MEDIA

Monopoli berasal dari bahasa Yunani, yaitu Monos dan Polein. Monos yang memiliki arti sendiri, sedangkan Polien berarti penjual.  Jika kedua kata tersebut digabung , maka memiliki makna “menjual sendiri” yang berarti bahwa seseorang atau suatu badan/lembaga menjadi penjual tunggal (penguasaan pasar atas penjualan atau penawaran barang ataupun jasa). Monopoli adalah suatu penguasaan pasar yang dilakukan oleh seseorang atau perusahaan atau badan untuk menguasai penawaran pasar (penjualan produk barang dan atau jasa di pasaran) yang ditujukan kepada para pelanggannya.

Monopoli media dan Sistem Pers Indonesia merupakan sisi gelap dari kebebasan pers. Liberalisasi media tak terkendali dan bersinergi dengan pasar bebas akhirnya menciptakan pemusatan kepemilikan media hanya pada segelintir kelompok tertentu yang menguasai modal tanpa memikirkan masyarakat lain dengan modal secukupnya yang juga ingin memiliki bisnis media. Kompetisi untuk terjun di dunia mediapun menjadi lebih sulit. “Pendatang baru” yang tidak memiliki modal yang besar tentu akan berpikir seribu kali untuk memasuki dunia media yang telah termonopoli.

Hambatan ini menyebabkan bisnis media massa tidak akan berkembang karena dikuasai secara tunggal dan celah untuk memasukinya tertutup. Hal ini selanjutnya juga akan merugikan publik karena para “pendatang baru”, yang boleh jadi memiliki visi media yang lebih baik dari “sang konglomerat”, mundur sebelum bertarung. Dengan demikian, diversity konten media menjadi susah terwujud.
Description: https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQcX2MCVzOCHUL5U-OS4ER1XVpvSyMO3_jGcaJcrN5J4Q--Ys3Hww
doc : google
Contoh nyata monopoli media saat ini adalah perusahaan media besar yang sukses berkembang di luar Jakarta. Seperti yang kita tahu, Jawa Pos Group melakukan strategi monopoli untuk mengembangkan bisnisnya dan dapat berpengaruh besar pada media. Jawa Pos Group terkenal dengan Jaringan media lokal yang disebut Jawa Pos News Network (JPNN). Mereka mengangkat kelokalan tiap daerah dengan media yang telah mereka bentuk di tiap daerah tersebut. Jaringan ‘radar’ di tiap daerah berkembang sangat pesat. Jaringan ini adalah rubrik tambahan di tiap kota yang disisipkan di tiap koran Jawa Pos mendampingi berita-berita nasional. Jaringan ini memiliki kantor dan struktur di tiap kota. Dikota Semarang sendiri, berdiri Jateng Pos, Meteor dan Rakyat Jateng yang berdiri dibawah bendera JPNN Group. Setelah jaringan media cetak dengan radarnya kuat di satu kota mereka akan mengembangkan televisi di tiap kota dengan berdasar jaringan ‘radar’ tersebut.

Contoh yang lain ialah Chairul Tanjung yang juga tidak kalah langkah. Ia yang sebelumnya sudah memiliki Trans TV, mengakuisisi TV 7 dan mengubah namanya menjadi Trans 7. Kedua televisi miliknya ini mempunyai konsep hiburan. Keduanya hanya dibedakan oleh bidikan pangsa pasar dan perbedaan program dengan konsep yang khas remaja saat ini.Trans TV mengambil pangsa pasar menengah keatas, sedangkan Trans 7 untuk kalangan menengah kebawah. Selain itu melebarkan sayapnya pada media online dan tv kabel berlangganan.

Pada intinya, kepemilikan media hanya dapat dinikmati segelintir orang saja dan membentuk sebuah gurita media karena satu orang menguasai berbagai media. Mungkin bagi kebanyakan  orang, nampaknya hal ini sah-sah saja. Karena setiap orang pasti akan selalu berusaha untuk mengembangkan usahanya. Tetapi ternyata baik konglomerasi, konvergensi serta monopoli di bidang media, memiliki dampak yang luar biasa berbahaya bagi masyarakat, karena dapat membentuk opini tertentu yang tidak sehat, sterotipe pada suatu hal tertentu dan lain-lain. Jika sudah begitu, kita sendiri yang harus pintar memilih dan bersikap netral (G.za).


Referensi
:: dari berbagai sumber ::


Selasa, 22 April 2014

panel surya, manfaat sinar surya, matahari, manfaat matahari, cara kerja panel surya, cara mengurangin krisis energi

Sinar Surya Sinari Dunia

Description: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQXPuczijAuslAstGPR2fxSeccJz1kJW4KXZOKvZmTziXKfsepH
doc : google

Indonesia merupakan negara yang luas dan terdiri dari ribuan pulau. Yang membedakan dengan negara tetangga adalah kondisi geografisnya. Garis khatulistiwa yang melewati negeri ini,  membuat pasokan energi yang berasal dari sinar matahari berlimpah. Sinar matahari merupakan sumber energi yang diberikan Tuhan dan setiap hari dapat bermanfaat bagi kelangsungan hidup. Sebagai wujud syukur terhadap Pencipta Alam Semesta, sudah selayaknya kita memanfaatkan energi untuk kepentingan umat yaitu dengan memaksimalkan pemanfaatan panel surya.

Namun sangat disayangkan, dalam memanfaatkan pemberian alam, kita masih sembarangan dan teledor. Terbukti, adanya krisis energi listrik yang berakibat pada  pemadaman bergilir. Jika listrik tidak menyala, banyak peralatan elektronik di rumah tak berfungsi. Padahal, hampir seluruh peralatan di rumah, dioperasikan dengan tenaga listrik.

Lebih dari 70 ribu desa di Indonesia, 45% diantaranya merupakan desa tertinggal dan terpencil. Hingga saat ini, sekitar 6.200 desa belum mendapatkan pasokan listrik. Krisis ekonomi dan krisis energi nasional memicu pemerintah untuk mencanangkan program kemandirian energi nasional dengan memfokuskan pada pemanfaatan energi terbarukan secara cepat. Untuk itu, pemerintah merintis program desa mandiri energi listrik dengan potensi sumber daya lokal, terutama sumber energi terbarukan yang ditargetkan pemenuhannya sampai 2015 nanti.

Program Desa Mandiri Energi merupakan upaya pemerintah dalam pengembangan melalui pemenuhan kebutuhan energi dengan intervensi teknologi. Selanjutnya, energi tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat baik untuk penerangan, memasak, maupun untuk kegiatan ekonomi produktif lainnya. Dengan demikian, diharapkan desa/wilayah tersebut secara bertahap akan lebih terbuka dan tercipta lapangan kerja yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Description: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSi5SfJZIs0jQGSQ6-5hfW-2EONGhJo7NRP_Zi0GBYBvoFBHUAE
doc : google
Salah satu energi yang digunakan saat ini adalah sinar surya sebagai sumber energi alternatif pengganti listrik. Kita bisa memanfaatkannya sebagai pengganti tenaga listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Teknologi ini sebenarnya sudah lama berkembang di Indonesia, namun belum bisa dimaksimalkan fungsinya.


Cara Kerja Panel Surya

Cara kerja yang dipakai adalah  mengubah energi matahari menjadi energi listrik dengan menggunakan panel surya. Dari panel, arus disimpan di dalam baterai dalam bentuk listrik DC (direct current; searah). Lalu inverter akan mengubah arus DC ini menjadi AC (alternating current; arus bolak-balik).

Arus DC dapat langsung digunakan untuk lampu jenis LED (Light Emitting Diode), namun tidak bisa digunakan untuk lampu neon dan halogen. Setelah berubah menjadi arus AC, arus menjadi sama dengan yang digunakan oleh PLN, dan baru bisa digunakan untuk lampu pada umumnya serta peralatan listrik lainya.

Ada berbagai keuntungan Panel Surya sebagai pengganti tenaga listrik dibanding dengan bahan bakar yang berasal dari minyak. Bahan bakar minyak tidak dapat di daur ulang dan memerlukan biaya yang tinggi dalam pengolahanya sebagai tenaga listrik. Penggunaan panel surya sendiri hanya membutuhkan sinar matahari yang di sediakan oleh sang Pencipta dengan tiada terbatas, dan tidak menimbulkan zat sisa seperti asap atau debu yang dapat mengganggu kesehatan. Selain itu juga tidak merusak dinding ozon sehingga aman di gunakan untuk manusia dan tidak mengganggu keseimbangan alam.

Dengan demikian, kita tidak perlu takut dan khawatir akan krisis energi yang terjadi karena kurangnya bahan bakar. Kita hanya perlu menjaga dan merawat apa yang ada di bumi ini. Bijaklah menggunakan listrik dengan cara memakai listrik seperlunya dan gunakan lampu hemat energi. (G.Za)



   Referensi
:: dari berbagai sumber ::

teknologi injeksi, PGM-FI, YMJET-FI, cara kerja mesin injeksi, perbedaan PGMI-FI dan YMJET-FI

Teknologi Injeksi, Untung atau Rugi?

Description: https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSyFgtJG80_dZ8FBZXmmnNxotqiUpCajpucbjZ4I8t1JU_-k1_S
doc : google
Dewasa ini,jalanan semakin ramai dan macet yang membuat kita enggan tinggal di kota-kota besar. Memprihatinkan, jika melihat antrian panjang di beberapa areal SPBU. Antrian itu mengular hingga ratusan meter.  Pemandangan demikian dapat kita lihat setiap harinya, hal itu dikarenakan banyaknya pengguna kendaraan saat ini dan tidak diimbangi dengan stock bahan bakar yang memadai.

Yang lebih ironis, kepulan asap hitam yang bersumber dari knalpot menyebabkan polusi dimana-mana. Udara yang kita hirup menjadi tidak segar. Ditambah lagi dengan adanya pemanasan global yang kian meningkat akibat banyaknya karbondioksida serta zat kimia berbahaya yang tak berguna dihasilkan.

Hal itu yang mendesak beberapa industri otomotif untuk ikut membantu mengatasi masalah yang terjadi. Beberapa pabrikan kendaraan bermotor maupun mobil berlomba menciptakan teknologi canggih supaya produk yang dihasilkan dapat awet dan irit bahan bakar.

Teknologi yang diberi nama Full Injection itu diyakini menjadi teknologi masa depan pada kendaraan baik roda dua mapun roda empat. Salah satu pabrikan mobil Jerman sudah menerapkan teknologi tersebut dari tahun 1999. Pabrik mobil mewah itu menggunakan sistem injeksi pada pasokan BBM ke ruang bahan bakar dan Istilah yang dikenalkan di mobil itu adalah EFI (Electronic Fuel Injection).

Hal tersebut dimungkinkan agar bahan bakar menjadi irit dan mesin awet. Memang untuk jenis  motor, trend  injeksi baru berkembang di tahun-tahun sekarang. Namun semua motor keluaran baru saat ini sudah mengusung sistem injeksi.

Description: https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQhpJR51VSuZmjj8Tn6pRDLwu513lZKAZBVIXrzrNqUPoYtzIjGqQ
doc : google
Description: https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSc6CLUR3O0zHRdxqokHfxTRX_WXuhbSvvgEwCxQaA0T83Ofm2XcA
doc :  google
Teknologi full injeksi sendiri terbagi dalam 2 type, yaitu sistem PGMI-FI dan YMJET-FI. Tidak ada perbedaan yang signifikan dikeduanya. Hanya nama dan sistemnya dibuat sesuai dengan pabrikan. Namun tetap dengan tujuan yang sama, yaitu menyematkan teknologi ramah lingkungan kedalam motornya.

Seperti Honda yang telah lama menyematkan sistem PGM-FI, Sistem ini adalah “Programed Fuel Injection”. Nama PGM-FI diberikan Honda untuk sistem penginjeksian bahan bakar yang di kontrol secara elektronik. Sistem ini mensuplai bahan bakar ke mesin melalui rangkaian injector bahan bakar yang di kontrol oleh Engine Control Module (ECM). Tipe sistem ini mengontrol suplai bahan bakar lebih teliti daripada yang menggunakan system karburator.

Lain halnya dengan Yamaha yang menyematkan sistem Yamaha Mixture JET-Fuel Injection atau YMJET-FI kedalam produknya. Sistem ini lebih sederhana dibanding pesaingnya. Cara kerja dari YMJET-Fi sendiri memakai sistem Engine Control Unit (ECU) yang menerima informasi terkait RPM mesin. ECU memberi sinyal kepada sistem YMJET-Fuel Injection untuk memberikan supply udara melalui Air Assist atau Main Air Passage, tergantung dengan dari RPM mesin dan tanpa mengurangi output mesin.


Untung Rugi Pake Injeksi

Teknologi yang canggih tidak terlepas dari kelebihan dan kelemahan. Tentu hal tersebut yang membuat sang empunya tetap berhati-hati baik dalam pemakaian maupun perawatan. Tidak hanya itu, ada cara khusus dalam berkendara agar motor atau mobil yang kita kendarai selalu dalam keadaan prima. Berikut adalah kelebihan memakai sistem injeksi :

·         Perawatan lebih mudah
·         Lebih raamah lingkungan
·         Memakan wwaktu singkat jika motor sedang diservis
·  Mesin tidak terpengaruh kondisi cuaca, karena ada sistem pengaturan suhu tersendiri.
·        Pencampuran udara dan bahan bakar selalu akurat sesuai yang ditakar oleh sensor tertentu, hal ini bisa membuat pengiritan dibandingkan mesin karbu.

Dan kerugian dalam menggunakan sistem injeksi:

  • Rentan terhadap sumbatan kotoran, mengingat ukurannya yang sangat kecil.
  • Apabila terjadi kerusakan pada sparepartnya harus diganti dengan harga yang jauh lebih mahal.
  • Sangat sensitif dengan masalah kelistrikan, karena sebagian besar pengaturan dilakukan oleh sensor-sensor tertentu.
  • Tidak bisa di service di sembarangan bengkel, harus bengkel resmi sistem injeksi.
Mungkin ada beberapa fakta menarik jika menggunakan sistem injeksi. Jika motor atau mobil bersistem injeksi, biasanya memerlukan produk carbon cleaner untuk membersihkan injektor dari kotoran yang mungkin lolos dari saringan bensin. Jika mesin tersebut diisi dengan bahan bakar yang memiliki kwalitas rendah, maka diperlukan carbon cleaner untuk membersihkanya lagi. Sangat tidak efektif pastinya.

Dan terakhir, cara menghemat bahan bakar pada sistem injeksi ialah dengan riding style atau gaya berkendara. Riding style merupakan salah satu cara termudah dalam menunjang penghematan bahan bakar pada sistem injeksi. Selain itu juga membuat mesin tetap awet. Mudah bukan? Semoga bermanfaat! (G.Za)



Referensi
:: dari berbagai sumber ::