Sinar
Surya Sinari Dunia
![]() |
| doc : google |
Indonesia merupakan negara yang luas
dan terdiri dari ribuan pulau. Yang membedakan dengan negara tetangga adalah
kondisi geografisnya. Garis khatulistiwa yang melewati negeri ini, membuat pasokan energi yang berasal dari
sinar matahari berlimpah. Sinar matahari merupakan sumber energi yang diberikan
Tuhan dan setiap hari dapat bermanfaat bagi kelangsungan hidup. Sebagai wujud
syukur terhadap Pencipta Alam
Semesta, sudah selayaknya
kita memanfaatkan energi untuk kepentingan umat yaitu dengan memaksimalkan pemanfaatan
panel surya.
Namun sangat disayangkan, dalam
memanfaatkan pemberian alam, kita masih sembarangan dan teledor. Terbukti,
adanya krisis energi listrik yang berakibat pada pemadaman bergilir. Jika listrik tidak
menyala, banyak peralatan elektronik di rumah tak berfungsi. Padahal, hampir
seluruh peralatan di rumah, dioperasikan dengan tenaga listrik.
Lebih dari 70 ribu desa di Indonesia, 45% diantaranya
merupakan desa tertinggal dan terpencil. Hingga saat ini, sekitar 6.200 desa
belum mendapatkan pasokan listrik. Krisis ekonomi dan krisis energi nasional
memicu pemerintah untuk mencanangkan program kemandirian energi nasional dengan
memfokuskan pada pemanfaatan energi terbarukan secara cepat. Untuk itu,
pemerintah merintis program desa mandiri energi listrik dengan potensi sumber
daya lokal, terutama sumber energi terbarukan yang ditargetkan pemenuhannya
sampai 2015 nanti.
Program Desa Mandiri Energi merupakan
upaya pemerintah dalam pengembangan melalui pemenuhan kebutuhan energi dengan
intervensi teknologi. Selanjutnya,
energi tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat baik untuk penerangan, memasak,
maupun untuk kegiatan ekonomi produktif lainnya. Dengan demikian, diharapkan
desa/wilayah tersebut secara bertahap akan lebih terbuka dan tercipta lapangan
kerja yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
![]() |
| doc : google |
Salah
satu energi yang digunakan saat ini adalah sinar surya sebagai sumber energi
alternatif pengganti listrik. Kita bisa memanfaatkannya sebagai pengganti
tenaga listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Teknologi ini sebenarnya
sudah lama berkembang di Indonesia, namun belum bisa dimaksimalkan fungsinya.
Cara Kerja
Panel Surya
Cara kerja yang dipakai adalah
mengubah energi matahari menjadi energi
listrik dengan menggunakan panel surya. Dari panel, arus disimpan di dalam
baterai dalam bentuk listrik DC (direct
current; searah). Lalu inverter akan mengubah arus DC ini menjadi
AC (alternating current;
arus bolak-balik).
Arus DC dapat langsung digunakan untuk
lampu jenis LED (Light
Emitting Diode), namun tidak bisa digunakan untuk lampu neon dan
halogen. Setelah berubah menjadi arus AC, arus menjadi sama dengan yang
digunakan oleh PLN, dan baru bisa digunakan untuk lampu pada umumnya serta
peralatan listrik lainya.
Ada berbagai keuntungan Panel Surya
sebagai pengganti tenaga listrik dibanding dengan bahan bakar yang berasal dari
minyak. Bahan bakar minyak tidak dapat di daur ulang dan memerlukan biaya yang
tinggi dalam pengolahanya sebagai tenaga listrik. Penggunaan panel surya
sendiri hanya membutuhkan sinar matahari yang di sediakan oleh sang Pencipta
dengan tiada terbatas, dan tidak menimbulkan zat sisa seperti asap atau debu
yang dapat mengganggu kesehatan. Selain itu juga tidak merusak dinding ozon sehingga aman di
gunakan untuk manusia dan tidak mengganggu keseimbangan alam.
Dengan demikian, kita tidak perlu
takut dan khawatir akan krisis energi yang terjadi karena kurangnya bahan
bakar. Kita hanya perlu menjaga dan merawat apa yang ada di bumi ini. Bijaklah
menggunakan listrik dengan cara memakai listrik seperlunya dan gunakan lampu
hemat energi. (G.Za)
Referensi
:: dari berbagai sumber ::


Tidak ada komentar:
Posting Komentar