Teknologi Injeksi, Untung atau Rugi?
![]() |
| doc : google |
Dewasa
ini,jalanan semakin ramai dan macet yang membuat kita enggan tinggal di
kota-kota besar. Memprihatinkan, jika melihat antrian panjang di beberapa areal
SPBU. Antrian itu mengular hingga ratusan meter. Pemandangan demikian dapat kita lihat setiap
harinya, hal itu dikarenakan banyaknya pengguna kendaraan saat ini dan tidak
diimbangi dengan stock bahan bakar yang memadai.
Yang
lebih ironis, kepulan asap hitam yang bersumber dari knalpot menyebabkan polusi
dimana-mana. Udara yang kita hirup menjadi tidak segar. Ditambah lagi dengan
adanya pemanasan global yang kian meningkat akibat banyaknya karbondioksida
serta zat kimia berbahaya yang tak berguna dihasilkan.
Hal
itu yang mendesak beberapa industri otomotif untuk ikut membantu mengatasi
masalah yang terjadi. Beberapa pabrikan
kendaraan bermotor maupun mobil berlomba menciptakan teknologi canggih supaya produk
yang dihasilkan dapat awet dan irit bahan bakar.
Teknologi
yang diberi nama Full Injection itu diyakini
menjadi teknologi masa depan pada kendaraan baik roda dua mapun roda empat. Salah
satu pabrikan mobil Jerman sudah menerapkan teknologi tersebut dari tahun 1999.
Pabrik mobil mewah itu menggunakan sistem injeksi pada pasokan BBM ke ruang
bahan bakar dan Istilah yang dikenalkan di mobil itu adalah EFI (Electronic
Fuel Injection).
Hal
tersebut dimungkinkan agar bahan bakar menjadi irit dan mesin awet. Memang
untuk jenis motor, trend injeksi baru berkembang
di tahun-tahun sekarang. Namun semua motor keluaran baru saat ini sudah
mengusung sistem injeksi.
![]() |
| doc : google |
![]() |
| doc : google |
Teknologi full injeksi sendiri terbagi
dalam 2 type, yaitu sistem PGMI-FI dan
YMJET-FI. Tidak ada perbedaan yang
signifikan dikeduanya. Hanya nama dan sistemnya dibuat sesuai dengan pabrikan.
Namun tetap dengan tujuan yang sama, yaitu menyematkan teknologi ramah
lingkungan kedalam motornya.
Seperti Honda yang telah lama
menyematkan sistem PGM-FI,
Sistem ini adalah “Programed Fuel
Injection”. Nama PGM-FI
diberikan Honda untuk sistem penginjeksian bahan bakar yang di kontrol secara
elektronik. Sistem ini mensuplai bahan bakar ke mesin melalui rangkaian injector bahan bakar yang di kontrol
oleh Engine Control Module (ECM).
Tipe sistem ini mengontrol suplai bahan bakar lebih teliti daripada yang
menggunakan system karburator.
Lain halnya dengan Yamaha yang menyematkan
sistem Yamaha Mixture JET-Fuel Injection atau
YMJET-FI
kedalam produknya. Sistem ini lebih sederhana dibanding pesaingnya. Cara kerja
dari YMJET-Fi sendiri memakai sistem
Engine Control Unit (ECU) yang menerima
informasi terkait RPM mesin. ECU memberi sinyal kepada sistem YMJET-Fuel Injection untuk memberikan
supply udara melalui Air Assist atau Main Air Passage, tergantung dengan dari
RPM mesin dan tanpa mengurangi output mesin.
Untung Rugi
Pake Injeksi
Teknologi yang canggih tidak terlepas dari kelebihan dan
kelemahan. Tentu hal tersebut yang membuat sang empunya tetap berhati-hati baik
dalam pemakaian maupun perawatan. Tidak hanya itu, ada cara khusus dalam
berkendara agar motor atau mobil yang kita kendarai selalu dalam keadaan prima.
Berikut adalah kelebihan memakai sistem injeksi :
·
Perawatan
lebih mudah
·
Lebih
raamah lingkungan
·
Memakan
wwaktu singkat jika motor sedang diservis
· Mesin
tidak terpengaruh kondisi cuaca, karena ada sistem pengaturan suhu tersendiri.
· Pencampuran
udara dan bahan bakar selalu akurat sesuai yang ditakar oleh sensor tertentu,
hal ini bisa membuat pengiritan dibandingkan mesin karbu.
Dan kerugian dalam menggunakan sistem injeksi:
- Rentan terhadap sumbatan
kotoran, mengingat ukurannya yang sangat kecil.
- Apabila terjadi kerusakan pada
sparepartnya harus diganti dengan harga yang jauh lebih mahal.
- Sangat sensitif dengan masalah
kelistrikan, karena sebagian besar pengaturan dilakukan oleh sensor-sensor
tertentu.
- Tidak bisa di service di
sembarangan bengkel, harus bengkel resmi sistem injeksi.
Mungkin ada beberapa fakta menarik jika menggunakan sistem
injeksi. Jika motor atau mobil bersistem injeksi, biasanya memerlukan produk
carbon cleaner untuk membersihkan injektor dari kotoran yang mungkin lolos dari
saringan bensin. Jika mesin tersebut diisi dengan bahan bakar yang memiliki
kwalitas rendah, maka diperlukan carbon cleaner untuk membersihkanya lagi.
Sangat tidak efektif pastinya.
Dan terakhir, cara menghemat bahan bakar pada sistem injeksi
ialah dengan riding
style atau gaya berkendara. Riding style merupakan salah satu cara termudah
dalam menunjang penghematan bahan bakar pada sistem injeksi. Selain itu juga
membuat mesin tetap awet. Mudah bukan? Semoga bermanfaat! (G.Za)
Referensi
:: dari berbagai sumber ::



Tidak ada komentar:
Posting Komentar